AsiaCalling

Home Berita Japan Ikan Tercemar Radioaktif Ditemukan di Pesisir Pantai Jepang

Ikan Tercemar Radioaktif Ditemukan di Pesisir Pantai Jepang

E-mail Cetak PDF

Download Berbagai koperasi nelayan di bagian selatan pembangkit tenaga nuklir Fukushima telah melarang para nelayan menangkap satu spesies ikan.

Ini setelah zat radioaktif cesium ditemukan dalam salah satu tangkapan.

Cesium punya siklus hidup 30 tahun dan bisa bertumpuk di dasar laut.

Meski begitu para petugas meminta masyarakat untuk tetap tenang, para konsumen makanan laut di Jepang masih belum sepenuhnya percaya kepada mereka.

Ikuti laporan Mark Willacy dari Radio Australia.


Rumah tangga Jepang rata-rata mengkonsumsi sekitar 66 kilogram ikan setiap tahun.

Masyarakat terobsesi dengan makanan laut, jadi kalau sesuatu mengancam makanan, itu jadi berita besar untuk mereka.

“Kadar radio aktif cesium sudah melebihi ambang batas ditemukan di dalam ikan-ikan kecil yang ditangkap di pesisir pantai Ibaraki, bagian selatan Fukushima."

Radioaktif Cesium ini ditemukan dalam ikan jenis lanset, ikan kecil yang biasanya ditangkap di perairan laut yang dangkal.

Orang Jepang senang sekali memakannya setelah  dikeringkan atau digoreng.

Cesium berjumlah 526 becquerel per kilogram telah ditemukan - dan jumlah ini sudah berada di atas batas 500 becquerel.

Ini bisa berarti radioaktivitas dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang terlalu panas telah larut ke dalam lautan.

Penemuan ini mendorong 10 koperasi nelayan di Ibaraki, bagian selatan Fukushima untuk langsung menghentikan pemancingan ikan lanset yang masih kecil.

Seorang petugas koperasi pemancingan kecewa dengan keputusan ini.

"Ini waktu yang tepat untuk pemancingan ikan lanset yang masih kecil. Larangan ini harus diberlalukan tapi akan membuat orang bangkrut. Masalah radiasi ini harus segera diatasi.“

"Saya tidak tahu sampai kapan larangan ini. Saya harap radiasi ini akan segera ditangani secepatnya.”

Cesium punya siklus hidup 30 tahun dan menurut sejumlah ilmuwan bisa bertumpuk di dasar laut tempat dimana kerang-kerang hidup dan mendapatkan makanan.

Ketika berbagai koperasi pemancingan telah melarang penangkapan ikan lanset yang masih kecil, pemerintah dengan mudahnya menaikkan tingkat batas cesium yang bisa diterima, untuk hewan laut.

Juru bicara pemerintah, Yukio Edano, menuturkan tak akan melarang pemancingan ikan.

"Para nelayan ini telah melarang pemancingan secara sukarela. Pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan mengkaji masalah ini lebih mendalam lagi, ketimbang melarang menangkap ikan di perairan Jepang.”

Para petugas pemerintah bersikeras masyarakat tidak perlu khawatir, namun, banyak pecinta ikan yang masih tidak percaya.

Seperti salah satu pembelanja satu ini.

”Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya khawatir tapi saya tidak bisa berhenti makan ikan begitu saja.”

Industri makanan hasil laut berharap kecintaan masyarakat pada makan ikan bakal membuat mereka tetap bertahan.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 11 April 2011 10:21 )  

Add comment


Security code
Refresh

 
      
 
  • Siaran Minggu Ini

Kisah Dibalik Wilayah Khusus Perempuan Di Afghanistan: Pekan ini di Asia Calling, kami pergi ke Taman Khusus Perempuan di Kabul yang dikelola oleh beberapa lembaga  pemerintah. Di tempat ini ratusan perempuan Afghanistan bisa  belanja, olahraga, dan belajar berbagai ketrampilan baru, seperti mengemudi mobil. Sebagian warga  mengatakan tempat tertutup seluas 3.2  hektar lebih yang terletak di daerah Shahrara itu, sudah ada sejak tahun 1500-an. Namun lebih tepatnya tempat ini sudah ada sejak tahun 1940-an atau 50-an ketika Raja Zahir Shah diyakini memberikan tempat itu ke pemerintah. Tiga tahun lalu, tempat itu direnovasi dengan bantuan dana dari sejumlah negara asing.  Di tempat ini biasanya hanya para perempuan-lah yang boleh masuk. Tapi reporter pria Malyar Sadeq Azad diperbolehkan masuk dan menyusun ceritanya untuk Asia Calling.

Pembunuhan Para Lansia Di India: Dari segi tingkat melek huruf, kesetaraan gender dan pendapatan per orang, Tamil  Nadu di India menjadi tempat tinggal terbaik di India. Tapi beda halnya dengan para lansia Pasalnya beberapa daerah di negara bagian itu masih dicengkram kemiskinan.  Seperti yang dilaporkan Bismillah Geelani, hal ini-lah yang mendorong sebagian masyarakat setempat  untuk melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan kepada para saudara-saudara lansia mereka, yakni mempercepat kematian para lansia.

These stories and much more this week

on Asia Calling:

Your Window on Asia